<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>AQIDAH-FILSAFAT</title>
	<atom:link href="http://loekisno.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://loekisno.wordpress.com</link>
	<description>FAITH IN MY HEART, PHILOSOPHY IN MY HEAD</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Mar 2008 07:06:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='loekisno.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>AQIDAH-FILSAFAT</title>
		<link>http://loekisno.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://loekisno.wordpress.com/osd.xml" title="AQIDAH-FILSAFAT" />
	<atom:link rel='hub' href='http://loekisno.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SEKILAS TENTANG JACQUES DERRIDA</title>
		<link>http://loekisno.wordpress.com/2008/03/01/sekilas-tentang-jacques-derrida/</link>
		<comments>http://loekisno.wordpress.com/2008/03/01/sekilas-tentang-jacques-derrida/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 18:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>loekisno</dc:creator>
				<category><![CDATA[FILSAFAT]]></category>
		<category><![CDATA[Derrida]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://loekisno.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[A. RIWAYAT HIDUP JACQUES DERRIDA lahir pada tahun 1930 di El Biar, AI Jir, dan datang ke Prancis untuk melaksanakan tugas militernya, sambil bekerja di Ecole Normale di Paris bersama Hegel, Jean Hyppolite. Dia menghabiskan waktu satu tahun di Harvard untuk menyelesaikan kesarjanaannya, dari tahun 1956-1957. Dari tahun 1960-1964, Derrida mengajar di Sorbonne, dan sejak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loekisno.wordpress.com&amp;blog=2753010&amp;post=58&amp;subd=loekisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">A. RIWAYAT HIDUP</span></b></p>
<p><span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">JACQUES DERRIDA lahir pada tahun 1930 di El Biar, AI Jir<b>, </b>dan datang ke Prancis untuk melaksanakan tugas militernya<b>, </b>sambil bekerja di Ecole Normale di Paris bersama<b> </b>Hegel, Jean Hyppolite. Dia menghabiskan waktu satu tahun di Harvard untuk menyelesaikan kesarjanaannya, dari tahun 1956-1957. </span></span><span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">Dari tahun 1960-1964, Derrida mengajar di S</span></span><span style="font-family:Arial;">orbonne, dan sejak tahun 1965, Derrida mengajar sejarah filsafat di Ecole Normale Superieure.</span><span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">Setiap tahun Derrida mengajar juga untuk beberapa waktu sebagai dosen tamu di Yale University, Amerika serikat. </span></span><span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">Mada masa muda, Derrida pernah menjadi anggota Partai komunis Prancis.</span></span><span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">Sejak tahun 1974 Derrida ikut aktif dalam kegiatan­kegiatan himpunan dosen filsafat yang memperjuangkan tempat yang wajar untuk filsafat pada taraf sekolah menengah. Kelompok ini (Kelompok Penelitian Tentang Pengajaran Filsafat) didirikan ketika dalam rangka rencana pembaharuan pendidikan peranan filsafat pada sekolah menengah mulai dipersoalkan.</span></span><span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">Pada tahun 1962, Derrida memenangkan hadiah Prix Cavilles atas karya perdananya, dengan menerbtkan terjemahan karangan Husserl <sub>7 </sub>Asal-Usul Ilmu Ukur.</span></span><span style="font-family:Arial;"></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"></span><span class="CharacterStyle2"><b><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">B. DEKONSTRUKSI</span></b></span></p>
<p><span class="CharacterStyle2"><b><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"></span></b></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Proses kritik dari dalam, Derrida menyebutnya dengan istilah dekonstruksi&#8221; atau pembongkaran&#8221;. Pembongkaran itu menampakkan aneka ragam aturan yang<span>  </span><span> </span>sebelumnya tersembunyi untuk menentukan teks. Satu hal yang<b> </b>dapat ditampakkan melalui proses pembongkaran yang mendapat perhatian khusus dalam filsafat Derrida adalah “yang tak dipikirkan&#8221; dan &#8220;yang tak terpikir&#8221;.</span><span class="CharacterStyle2"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">Metode dekonstruksi Jacques Derrida tentang &#8220;yang tak dipikirkan&#8221; dan &#8220;yang tak terpikir&#8221; inilah yang kemudian membuat Derrida untuk melakukan kritik terhadap pemikiran para penganut metafisika. &#8220;Yang tak dipikirkan&#8221; atau &#8220;mustahil dipikirkan&#8221;, menurut Derrida, hal itu merupakan hal yang belum dapat dipikirkan oleh para penganut metafisika (mungkin teks­teks tersebut dianggab suci, jadi tidak berani untuk menyentuhnya). Sedangkan &#8220;yang tak terpikir&#8221;, maksudnya adalah hal-hal yang bisa dipikirkan kembali dari pemikiran filosofis penganut metafisika. </span></span><span class="CharacterStyle2"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> </span></span></p>
<p><span class="CharacterStyle2"><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"></span></span><b><span style="color:windowtext;font-family:Arial;">C. PEMIKIRAN FILOSOFIS</span></b><b><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"> </span></b></p>
<p><b><span style="color:windowtext;font-family:Arial;"></span></b><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Pemikiran Derrida ditimbulkan dari ada sebagai &#8220;kehadiran&#8221; yang ditimbulkan oleh pemikiran Barat. Menurut Derrida pemikiran tersebut adalah metafisika. Kerangka pemikiran metafisika tentang &#8220;ada&#8221; sebagai &#8220;kehadiran&#8221; adalah hadir bukan berarti harus ada. Kehadiran yang timbul dari gejala atau tanda adalah sarana untuk m<span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">enghadirkan yang ada. Dengan demikian, &#8211; dalam pandangan metafisika tanda yang akhirnya hanya sekedar pengganti sementara menunda hadirnya objek itu sendiri.</span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Jacques Derrida melakukan dekonstruksi terhadap<span>  </span><span> </span>pandangan bahwa tanda adalah sarana untuk menghadirkan. Menurut pandangan Derrida, bahwa kehadiran harus dimengerti<span>  </span>be<span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">rdasarkan tanda. Dengan kata lain, tanda tidak bisa sebagai sarana untuk menghadirkan, kecuali bahwa tanda benar-</span></span>benar mempunyai nilai bobot. Derrida menyebutkan <span class="CharacterStyle1"><span style="font-family:Arial;">tanda sebagai bekas, seandainya bekas (tanda) dihapus maka kehadiran akan ikut terhapus.</span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Tanda oleh Derrida disebut &#8220;teks&#8221; atau &#8220;tenunan&#8221; diambil dari bahasa latin <i>&#8220;texere&#8221;</i>, arti menenun. Derrida menolak anggaban bahwa makna melebihi teks dan hadir bagi pemikiran terlepas dari teks. Artinya, terjemahan disamakan dengan menanggalkan pakaian dari makna tersebar dan mengenakan pakaian baru. Padahal, (menurut Derrida) menerjemahkan dari satu bahasa ke dalam bahasa yang lain tidak boleh dibayangkan sebagai melepaskan<b> </b>makna yang terbungkus dalam teks tersebut.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Logologi didengung-dengungkan oleh filosofis barat, angkan logologi adalah ilmu tentang perkataan atau lisan. Menurut pandangan filosofis Barat bahwa bahasa lisan sebagai pemikiran sedangkan bahasa tulis merupakan tambahan bagi bahasa lisan. Bahasa lisan adalah pemikiran yang bersumber dari percakapan yang diadakan oleh jiwa atau hati nurani.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Menurut Derrida, logologi melupakan dan bahkan meremehkan bahasa tulisan. Derrida mengadakan dekonstruksi atau pembongkaran terhadap logologi, dengan mengubah logologi menjadi gramatologi. Gramatologi berasal artinya &#8220;tanda dari tanda&#8221;, gramatologi gramma yang ar isebut juga ilmu tentang &#8220;tekstualitas.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Kadang-kadang bahasa lisan membingungkan para pendengar. Kata-kata di dalam bahasa lisan di dalam pengucapannya sama tetapi di dalam pengartiannya berbeda. Dengan bahasa tulisan, &#8220;teks&#8221; (tanda) bersifat terbuka.Dengan perubahan (bahasa lisan ke dalam bahasa tulisan) tersebut mempunyai pengaruh<span>  </span>sangat luas terhadap perkembangan pemikiran manusia.</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Tetapi, Derrida tidak menghancurkan atau destruksi terhadap bahasa lisan. Maksud Jaqcues Derrida ialah bahwa setiap bahasa (bahasa tulis maupun bahasa lisan) menurut kod<span class="CharacterStyle3"><span style="font-family:Arial;">ratnya adalah tulisan dari pemikiran.</span></span></span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/loekisno.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/loekisno.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/loekisno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/loekisno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/loekisno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/loekisno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/loekisno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/loekisno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/loekisno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/loekisno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/loekisno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/loekisno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/loekisno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/loekisno.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/loekisno.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/loekisno.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=loekisno.wordpress.com&amp;blog=2753010&amp;post=58&amp;subd=loekisno&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://loekisno.wordpress.com/2008/03/01/sekilas-tentang-jacques-derrida/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/647fca666a25ba43bf9c304180489921?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">loekisno</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
